{"id":1001,"date":"2022-03-03T13:43:00","date_gmt":"2022-03-03T06:43:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binamentals.jogjaprov.go.id\/v2\/?p=1001"},"modified":"2023-03-07T08:20:46","modified_gmt":"2023-03-07T01:20:46","slug":"1001","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/?p=1001","title":{"rendered":"<strong>Khusyu\u2019<\/strong>"},"content":{"rendered":"\n<p><em>\u201cSungguh, shalat itu berat, kecuali bagi mereka yang khusyu\u2019 \u2026\u201d <\/em>Demikian penegasan Tuhan dalam Kitab Suci, Baqarah:45. Orang yang menempatkan ibadah sebagai beban (<em>takjlif<\/em>) tentu merasakan amal-amal yang diperintahkan Tuhan berat, membosankan, bahkan menyiksa. Sebaliknya para pecinta Tuhan rindu untuk selalu bertemu dengan Penciptanya. Setiap perintah-Nya diyakininya sebagai petunjuk jalan yang bisa ditempuh untuk mencapai kedekatan, bahkan pertemuan dengan-Nya. Dan setiap larangan adalah jalan untuk beranjak menjauh dari haribaan-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa orang <em>khusyu\u2019 <\/em>tidak merasakan berat beribadah dan beramal shalih? Karena, menurut petunjuk Kitab Suci, <em>khusyu\u2019 <\/em>berarti <em>\u201cyakin sedang berjumpa Tuhan dan yakin akan segera tiba pertemuan agung dengan-Nya.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam jiwa <em>Sang Khasyi\u2019 <\/em>(orang yang <em>khusyu\u2019<\/em>) setiap kebajikan berarti pertemuan dan, sebaliknya, setiap keburukan adalah perpisahan dari-Nya. Ini menjadi nilai capaian yang lebih penting, lebih hakiki, sekaligus lebih absolut, bahkan dibanding Surga atau Neraka itu sendiri. Dalam salah satu munajatnya, \u2018Ali merintih, <em>\u201cWahai Ilahi, Junjunganku! Andai aku dapat bersabar menanggung siksa-Mu, bagaimana aku bersabar berpisah dari-Mu? Sekiranya aku bersabar menahan panas Neraka-Mu, bagaimana aku bersabar tidak menatap kemuliaan-Mu?\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Istilah <em>khusyu\u2019, <\/em>yang secara harafiah berarti \u201ctunduk\u201d, kerap disebut dalam pembicaraan tentang shalat. Dalam pembicaraan tentang haji dan \u2018umrah, label yang mewakili akumulasi kebaikan atau kualitasnya adalah <em>mabrur <\/em>(harfiahnya berarti \u201cbaik\u201d)<em>. <\/em>Amal lain pada umumnya diharpkan <em>maqbul <\/em>(arti harfiahnya \u201cditerima\u201d). Itulah sebabnya, sehabis rangkaian ibadah puasa dan amal-amal <em>tathawu\u2019 <\/em>dalam Ramadhan, kita saling berucap, <em>\u201cTaqabbalallahu minna wa minkum, <\/em>semoga Allah meng-<em>qabul<\/em> (menerima) amal-amal kita.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Secara lebih umum lagi, Nabi Suci menyebut satu kata yang menjadi perangkum semua atribut kebaikan bagi setiap amal kebajikan, yaitu <em>ihsan <\/em>(secara harfiah \u201cbagus, anggun\u201d)<em>. <\/em>Takrifnya sejiwa dengan formulasi <em>khusyu\u2019 <\/em>sebagaimana dalam Baqarah. <em>\u201cIhsan itu, engkau beribadah seakan-akan engkau melihat (kehadiran) Allah. Jika tidak bisa, engkau yakinlah, Dia melihatmu.\u201d <\/em>(HR Bukhari)<\/p>\n\n\n\n<p>Jangankan \u201cdihadiri\u201d dan dilihat Tuhan, Sang Raja Diraja Penguasa Alam Semesta, pekerjaan kita dilihat atasan kita saja, kita akan mengusahakan kualitas hasil yang prima, terbaik, bahkan kalau bisa, sempurna. Kita sungguh ingin berbuat <em>ihsan, <\/em>perbuatan yang menyenangkan Tuhan dan mempesona di mata insan, bahkan memberi manfaat bagi tumbuhan dan hewan, juga alam sekitar. Kita berdoa seperti ini \u2026<\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0631\u0652\u0632\u064f\u0642\u0652\u0646\u0650\u064a\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0637\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u0634\u0650\u0639\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u060c \u0648\u064e\u0627\u0634\u0652\u0631\u064e\u062d\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0635\u064e\u062f\u0652\u0631\u0650\u064a\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0650\u0646\u0627\u0628\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u062e\u0652\u0628\u0650\u062a\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u060c \u0628\u0650\u0627\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u0650\u0643\u064e \u064a\u064e\u0627 \u0627\u064e\u0645\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u06e4\u0626\u0650\u0641\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e<\/strong><strong>\u06d4<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cYa Allah, anugerahi aku ketaatan orang yang takut kepada-Mu, lapangkan dadaku seperti jiwa-taubat orang yang patuh kepada-Mu. Dengan suaka-Mu, duhai Penenteram orang-orang yang takut.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>(Djarot Margiantoro)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSungguh, shalat itu berat, kecuali bagi mereka yang khusyu\u2019 \u2026\u201d Demikian penegasan Tuhan dalam Kitab Suci, Baqarah:45. Orang yang menempatkan ibadah sebagai beban (takjlif) tentu merasakan amal-amal yang diperintahkan Tuhan berat, membosankan, bahkan menyiksa. Sebaliknya para pecinta Tuhan rindu untuk selalu bertemu dengan Penciptanya. Setiap perintah-Nya diyakininya sebagai petunjuk jalan yang bisa ditempuh untuk mencapai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[127],"class_list":["post-1001","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-pengajian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1001","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1001"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1144,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1001\/revisions\/1144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}