{"id":943,"date":"2021-05-02T10:40:00","date_gmt":"2021-05-02T03:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binamentals.jogjaprov.go.id\/v2\/?p=943"},"modified":"2023-03-07T08:04:23","modified_gmt":"2023-03-07T01:04:23","slug":"ridha-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/?p=943","title":{"rendered":"Ridha Allah"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><br>Pintu-pintu Surga<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cSaat Ramadhan tiba,\u201d <\/em>Manusia Agung itu, Muhammad Putera Abdullah saw, berkata, <em>\u201cpintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup, dan setan-setan dirantai,\u201d <\/em>Dalam Kitab Suci, disebutkan Neraka memiliki tujuh kompartemen, masing-masing menjadi hunian bagi ragam jin dan manusia yang khas, semuanya musuh Tuhan, keras kepala meski salah dan sesat, <em>hater <\/em>kebenaran, dan para kawula kegelapan. Jika Neraka sebuah negeri, ia terbagi atas tujuh provinsi, yang sisi terluarnya berupa pintu, gerbang atau portal. (Lihat Surat Hijr:44).<\/p>\n\n\n\n<p>Apa saja nama portal Neraka? Nabi Muhammad saw mendapat rincian dan penjelasan dari Jibril a.s. tentang enam di antaranya, yaitu: Gerbang <em>Hawiyah<\/em> (bagi orang beriman tetapi hidupnya didominasi perbuatan durhaka dan munkar), Gerbang <em>Jahiim<\/em> (bagi kaum penyembah selain Allah Sang Pencipta), Gerbang <em>Saqar<\/em> (bagi penentang shalat dan penganut ritus penyembahan yang dilarang Tuhan), Gerbang <em>Lazhaa<\/em> (bagi Iblis dan partainya), Gerbang <em>Huthamah<\/em> (bagi penentang Tuhan yang tamak harta), Gerbang <em>Sa&#8217;iir<\/em> (bagi kaum penentang Tuhan di masa sebelum Nabi Muhammad saw), dan Gerbang Ketujuh yang Jibril tidak menyebutkan namanya. Saat ditanyakan oleh Nabi saw, jawabnya, <em>\u201cItu bagi umatmu, ya Rasul \u2026\u201d <\/em>Nabi sampai pingsan karena kaget dan gusar, bahwa ternyata umatnya pun tidak aman dari ancaman Neraka. Setelah siuman, Jibril melanjutkan, <em>\u201cbagi umatmu yang banyak dosa dan tidak kunjung bertaubat hingga maut menjemputnya.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana dengan Surga? Berapa gerbangnya? Dalam <em>Shahih <\/em>Bukhari, Nabi Suci saw menyebut delapan gerbang. Empat yang pertama Gerbang Shalat, Gerbang Jihad, Gerbang Sedekah, dan Gerbang Puasa. Gerbang puasa ini bernama <em>ar-Rayyan. <\/em>Empat gerbang lainnya diperselisihkan dalam beberapa narasi. Ada yang menyebut: Pintu Kesabaran, Pintu Kanan, Pintu Ridha, dan Pintu Taubat. Ada juga yang merinci: Pintu Bakti, Pintu Haji, Pintu Dzikir, dan Pintu Ilmu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari deskripsi ini kita jadi tahu, bahwa Surga terbuka dengan sebab laku kebajikan yang kita lakukan, dan keputusan kita masuk surga atau tidak ada di tangan Pemiliknya, yaitu Allah <em>\u2018Azza wa Jalla. <\/em>Kedua, pintu Surga lebih banyak dibanding pintu Neraka, yang berarti peluang kebajikan lebih lebar ketimbang peluang jahat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Ramadhan, pintu-pintu Surga dibuka. Pertanyaannya, apakah pintu-pintu itu dibuka bagi kita? Itu tergantung pada jiwa kita. Jika kita beramal baik dengan ikhlas dan istuiqamah, pintu-pintu itu dibukakan bagi kita. Tetapi kesediaan dan realisasi perbuatan baik bersumber dari kasih dan karunia Tuhan. Maka yang paling tepat adalah kita minta kepada-Nya untuk membuka pintu-pintu Surga dan menutup gerbang Neraka bagi kita. Ya, dengan mengkeataskan doa ini \u2026<\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u0627\u064e\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f\u0645\u0651\u064e \u0627\u0641\u0652\u062a\u064e\u062d\u0652 \u0644\u0650\u064a\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0652\u062c\u0650\u0646\u064e\u0627\u0646\u0650\u060c \u0648\u064e\u0627\u064e\u063a\u0652\u0644\u0650\u0642\u0652 \u0639\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0627\u064e\u0628\u0652\u0648\u064e\u0627\u0628\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u064a\u0652\u0631\u064e\u0627\u0646\u0650\u060c \u0648\u064e\u0648\u064e\u0641\u0651\u0650\u0642\u0652\u0646\u0650\u064a\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650 \u0644\u0650\u062a\u0650\u0644\u064e\u0627\u0648\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0627\u0670\u0646\u0650\u060c \u064a\u064e\u0627 \u0645\u064f\u0646\u0652\u0632\u0650\u0644\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0643\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e\u0629\u0650 \u0641\u0650\u0649 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0652\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e<\/strong><strong>\u06d4<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Ya Allah, bukakan bagiku pintu-pintu Surga, katupkan dariku pintu-pintu Neraka, tuntun aku untuk men-tilawah Alquran, wahai Yang Menurunkan Damai di Hati Kaum Beriman.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>(Djarot Margiantoro)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pintu-pintu Surga \u201cSaat Ramadhan tiba,\u201d Manusia Agung itu, Muhammad Putera Abdullah saw, berkata, \u201cpintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup, dan setan-setan dirantai,\u201d Dalam Kitab Suci, disebutkan Neraka memiliki tujuh kompartemen, masing-masing menjadi hunian bagi ragam jin dan manusia yang khas, semuanya musuh Tuhan, keras kepala meski salah dan sesat, hater kebenaran, dan para kawula kegelapan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":951,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-943","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=943"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/943\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":946,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/943\/revisions\/946"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kesra.jogjaprov.go.id\/v2\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}