YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah DIY, pada tahun 2026, memperkuat komitmennya dalam penanganan HIV AIDS dengan menggelar audiensi dan pemantauan bersama Yayasan Victory Plus. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkini mengenai upaya penanganan HIV AIDS yang telah dilakukan, serta membangun sinergi kerjasama antara Pemda DIY dan yayasan tersebut.
Laporan perjalanan dinas Tim Kerja 1 Kebijakan Kesehatan Biro Kesra Setda DIY menyebutkan bahwa tema koordinasi sinkronisasi dan pemantauan tahun 2026 mencakup Kesehatan Jiwa dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, dengan kasus HIV AIDS menjadi salah satu permasalahan utama akibat perilaku tidak sehat di masyarakat DIY. Landasan hukum penanganan HIV AIDS di DIY cukup komprehensif, mencakup Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Permenkes No. 23 Tahun 2022, hingga Perda DIY No. 3 Tahun 2023 yang mengatur upaya penanggulangan, penghapusan stigma, dan pelayanan bagi Orang dengan HIV (ODHIV) serta penyandang disabilitas.
Peran Vital Yayasan Victory Plus
Yayasan Victory Plus Yogyakarta, yang berdiri sejak tahun 2004, telah memainkan peran krusial dalam pendampingan dan penanganan Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) di DIY. Awalnya berfokus pada pendampingan pecandu narkotika jenis penasun (pengguna jarum suntik), layanan yayasan kini meluas hingga mencakup kelompok disabilitas, transgender, lansia, wanita, dan anak-anak. Yayasan ini telah membentuk 10 Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) sesuai kategori klien dan bekerjasama dengan berbagai instansi seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BNNP, serta yayasan lain seperti Rifka Annisa dan Pita Merah.
Dengan dukungan dana sekitar 1,9 triliun rupiah setiap tahun dari Global Fund, Victory Plus saat ini mendukung 5.615 ODHA di wilayah Sleman, Gunung Kidul, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Dari jumlah tersebut, 5.407 klien telah menerima pengobatan Anti Retroviral (ART). Yayasan Victory juga merupakan bagian dari Tim Penanganan HIV AIDS di DIY berdasarkan SK Gubernur DIY, masuk dalam pokja rehabilitasi.
Program yang dilaksanakan oleh Yayasan Victory Plus mencakup upaya preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Upaya preventif meliputi notifikasi kepada pasangan seksual untuk mencegah penularan. Sementara upaya kuratif dan rehabilitatif dilaksanakan melalui 7 indikator, termasuk dukungan psikososial, inisiasi ART, program LSU (Love Shuttle Up) bagi klien putus obat, dukungan notifikasi pasangan, tes viral load (VL), dan program profilaksis.
Tantangan dan Rekomendasi ke Depan
Meskipun upaya telah banyak dilakukan, masih terdapat tantangan signifikan. Salah satunya adalah wilayah Kulon Progo yang belum mendapatkan kuota dukungan skala prioritas dari Yayasan Victory Plus karena jumlah ODHA yang relatif rendah. Yayasan ini telah beraudiensi dengan Bupati Kulon Progo untuk mendorong prioritas penanganan HIV AIDS di wilayah tersebut.
Dari kunjungan tersebut, beberapa rekomendasi penting telah diajukan:
- Penerbitan Pergub Spesifik: Perlunya Pergub yang spesifik tentang HIV AIDS untuk ditindaklanjuti dengan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) HIV AIDS.
- Dukungan untuk Kulon Progo: Pemerintah daerah DIY diharapkan memberikan dukungan pada penanganan HIV AIDS di Kulon Progo.
- Keberpihakan pada Kelompok Marginal: Penyusunan regulasi harus memperhatikan keberpihakan pada perempuan, anak, dan disabilitas, terutama terkait isu stigma dan dilema tes HIV pada ibu hamil.
- Deteksi Dini: Perlunya early check HIV pada pekerja di semua sektor, termasuk ASN.
- Penyediaan Shelter: Dibutuhkan sarana shelter/rumah singgah sebagai tempat penampungan sementara korban HIV yang belum memiliki lingkungan suportif.
- Sistem Edukasi Media: Membangun sistem media sebagai alat edukasi terkait HIV AIDS yang juga dapat diakses oleh kaum disabilitas.
Yayasan Victory Plus juga telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Setda DIY dan berharap dapat dilakukan penandatanganan komitmen bersama terkait penanganan HIV AIDS, serta dukungan Pemda DIY sebagai narasumber dalam FGD mengenai penganggaran penanganan HIV AIDS.
Masa Depan Penanganan HIV AIDS di DIY
Program Yayasan Victory Plus diprediksi akan berhenti mendapatkan dana dari funding global pada tahun 2030, seiring dengan target berakhirnya epidemi HIV AIDS. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi yang kuat dari semua unsur pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk pencegahan dan penanganan HIV AIDS di DIY secara berkelanjutan.




