Berita

Penyusunan Panduan Penanggulangan Bunuh Diri 

YOGYAKARTA – Dalam upaya memperkuat program kesehatan jiwa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dinas Kesehatan DIY menyelenggarakan pertemuan strategis bertajuk “Penyusunan Panduan Penanggulangan Bunuh Diri” pada Kamis, 23 April 2026. Acara yang berlangsung di Aula C Dinkes DIY ini menghadirkan para ahli dan pemangku kepentingan lintas sektoral untuk merumuskan langkah konkret dalam menekan angka bunuh diri di DIY.

Analisis SWOT Kesehatan Jiwa di DIY

Sesi pertama pertemuan diisi oleh dr. Bayu Adiputro, Sp.KJ dari RS Puri Nirmala yang memaparkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) terkait permasalahan kesehatan jiwa di DIY. Dalam paparannya, terungkap bahwa meskipun DIY memiliki kebijakan kesehatan jiwa yang kuat dan fasilitas seperti RS Jiwa Grhasia, masih terdapat tantangan besar berupa peningkatan angka gangguan jiwa berat yang mencapai 2,3 mil sejak tahun 2013.

Beberapa poin krusial yang disoroti antara lain:

  • Kelemahan: Kurangnya tenaga kesehatan jiwa di tingkat primer (Puskesmas) serta fasilitas ruang pemeriksaan yang belum optimal dalam menjaga privasi pasien.
  • Ancaman: Adanya stigma masyarakat yang menghambat pencarian pertolongan dini dan tingginya risiko gangguan jiwa pada kelompok remaja.
  • Peluang: Adanya dukungan kuat melalui Collaborative Governance yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Membangun Ekosistem Suportif Melalui Theory of Change

Materi selanjutnya disampaikan oleh Abigael Wohing Ati dari Yayasan Nawakamal mengenai “Theory of Change (ToC)” dalam pencegahan perilaku bunuh diri. Pendekatan ini menekankan bahwa pencegahan bunuh diri bukan hanya soal intervensi krisis sesaat, melainkan membangun ekosistem yang suportif secara berkelanjutan.

Fokus utama dari teori perubahan ini meliputi:

  1. Peningkatan Keterampilan Koping: Membantu individu mengelola stresor hidup dengan mekanisme yang sehat.
  2. Mengurangi Stigma: Mengubah narasi masyarakat dari “diam” menjadi “peduli” guna mendorong percakapan terbuka mengenai kesehatan mental.
  3. Intervensi Sosial: Memperkuat hubungan sosial untuk mengatasi perasaan terisolasi atau merasa menjadi beban bagi orang lain.

Kolaborasi Lintas Sektoral

Pertemuan ini dihadiri oleh 25 perwakilan instansi penting, mulai dari Biro Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Dinas Sosial, Polda DIY, Satpol PP, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan seperti KPSI DIY dan Pusat Rehabilitasi Yakkum. Peserta yang hadir merupakan staf pelaksana yang memahami permasalahan kesehatan jiwa di wilayah masing-masing dan berpengalaman dalam penanganan kasus bunuh diri.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr. Gregorius Anung Trihadi, MPH, melalui undangan ini mengharapkan agar pertemuan ini menghasilkan Bagan Panduan Penanggulangan Bunuh Diri yang dapat diimplementasikan secara efektif di seluruh wilayah DIY. Dengan adanya panduan ini, diharapkan deteksi dini risiko bunuh diri dapat meningkat dan angka tindakan bunuh diri di DIY dapat ditekan secara signifikan