Berita Biro Kesra DIY Keagamaan

Keberangkatan Haji Perdana Tahun 2026, Melalui Embarkasi Haji DIY Sendiri

YOGYAKARTA – Keberangkatan perdana jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA/NYIA) dijadwalkan mulai 21 April 2026. Ini merupakan momen bersejarah karena DIY resmi memiliki embarkasi haji sendiri mulai musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebelumnya, jemaah asal DIY harus berangkat melalui Embarkasi Donohudan, Jawa Tengah.  Berikut adalah detail penting terkait keberangkatan perdana tersebut:

Penetapan DIY sebagai embarkasi haji tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 11 Tahun 2025. Kelompok terbang (Kloter) pertama dijadwalkan terbang pada 21 April 2026 pukul 23.40 WIB.  Total terdapat sekitar 3.830 jemaah asal DIY yang akan berangkat melalui YIA. Secara keseluruhan, embarkasi ini melayani sekitar 9.320 jemaah (termasuk dari wilayah Kedu) yang terbagi dalam 26 kloter.  Menggunakan konsep Embarkasi Berbasis Hotel. Jemaah akan menginap sementara di hotel sekitar bandara, seperti Hotel Ibis dan Novotel, yang berfungsi sebagai asrama haji sementara sebelum keberangkatan. 

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa persiapan untuk mewujudkan embarkasi ini telah melalui proses panjang sejak tahun 2022, mencakup berbagai tahap simulasi dan koordinasi. Salah satu terobosan dalam rencana ini adalah pemanfaatan hotel-hotel di sekitar bandara sebagai “Hotel Haji” yang akan berfungsi sebagai tempat menginap sementara jemaah sebelum diberangkatkan, menggantikan peran asrama haji konvensional.

Untuk memenuhi syarat minimal operasional sebuah embarkasi, yaitu minimal 4.000 jemaah atau sekitar 10 kloter (dengan kapasitas 400 jemaah per kloter), DIY menjalin kerja sama dengan wilayah Karesidenan Kedu, Jawa Tengah. Koordinasi intensif telah dilakukan, termasuk pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah guna memastikan kesiapan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sebagai titik keberangkatan.

Keberadaan embarkasi di DIY ini diklaim memberikan dampak positif bagi jemaah, terutama dalam hal efisiensi biaya transportasi. Dengan fasilitas bandara yang memadai, jemaah dapat diberangkatkan menggunakan pesawat berbadan besar seperti Boeing 777, yang diharapkan mampu menekan jumlah penerbangan serta mengurangi ongkos haji dan biaya hidup jemaah selama di Makkah.